Siklus estrus kuda

Kuda posisi siap dinaiki dan mengeluarkan lendir
Kuda posisi siap dinaiki dan mengeluarkan lendir

Kuda pada umumnya memiliki siklus estrus normal 21-22 hari. Pada dasarnya aktifitas reproduksi kuda dipengaruhi oleh photoperiod, yang berarti kuda hanya berahi pada musim panas yang emiliki intensitas cahaya matahari cukup tinggi. Beruntung di Indonesia yang beriklim tropis, mendapat cahaya matahari sepanjang tahun. Hal ini berarti, kuda di Indonesia dapat bersiklus estrus sepanjang tahun tanpa manipulasi ataupun perlakuaan tertentu.

Fase siklus estrus kuda terdiri dari dua fase, yaitu fase birahi/estrus dan fase diestrus. Fase estrus umumnya berlangsung selama 5-7 hari. Ciri-ciri kuda birahi yaitu kuda posisi berdiri kaki belakang mengangkang tanda siap dinaiki pejantan, mengangkat ekor, winking atau mengedip-ngedipkan clitoris, dan kencaing bila didekatkan ke pejantan.

Adakalanya kuda tidak menunjukkan ciri-ciri birahi meskipun dia berada dalam fase birahi. Hal ini dinamakn silent heat. Kondisi ini dapat diketahui dengan cara scan kuda dengan USG. Pada pemeriksaan ultrasonografi, gambaran uterus menunjukkan adanya gambaran edema cairan yang khas seperti ptongan buah tomat.

Pada fase diestrus atau kondisi sudah kelewat masa birahinya. Biasanya berlangsung selama 14-15 hari. Pada fase ini yang dominan adalah Corpus Luteum (CL). CL berasal dari folikel atau telur yang sudah ovulasi atau pecah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s